Pengertian dan Tips Membuat Proposal Bisnis yang Baik

Pengertian dan Tips Membuat Proposal Bisnis yang Baik

  • Post author:
  • Post category:Bisnis

Salah satu langkah pertama yang perlu dilakukan saat memulai bisnis adalah mencari pendanaan. Dana tersebut bisa digunakan sebagai modal usaha dan membiayai pemasaran produk. Nah, biasanya, proposal bisnis yang baik akan lebih mudah menarik investor. Bukan hanya itu, proposal yang disusun dengan baik dan didasari data yang kuat juga bisa menjadi blueprint bagi perusahaan itu sendiri di masa yang akan datang.

Umumnya proposal bisnis memiliki analisis kekurangan dan kelebihan produk atau layanan yang ditawarkan. Selain itu, dalam proposal tersebut juga harus ada skema produksi/pemberian layanan, langkah-langkah dan target pemasaran, dan rincian biaya serta keuntungan. Harapannya, investor dapat melihat dan mempertimbangkan potensi bisnis yang ditawarkan secara holistik.

Terlihat rumit, bukan?

Tenang saja, berikut Kami tuliskan beberapa tips menulis proposal dan plan untuk memulai bisnis Anda.

1. Buatlah Pendahuluan dan Latar Belakang yang Logis nan Sistematis

Buatlah pendahuluan yang logis berisi latar belakang dan tujuan dari pembuatan produk/layanan yang ditawarkan. Hindari kalimat-kalimat yang terlalu fantastis dan tidak masuk akan. Penyampaiannya diusahakan sistematis, agar mudah dicerna oleh calon pemberi dana.

2. Tulis Secara Rinci Info Produk/Layanan yang Ditawarkan 

Paparkan secara jelas deskripsi produk, kelebihan, dan keunikan produk dibandingkan kompetitor. Tonjolkan efisiensi produksi serta apa saja yang bisa memberikan keuntungan finansial bagi para investor. Jika perlu, lakukan riset kecil-kecilan untuk membuat bagian ini lebih lengkap dan komprehensif.

3. Tentukan Target Pasar dan Strategi Marketing

Tentukan target pemasaran yang sekiranya membutuhkan produk/layanan yang sedang ditawarkan. Petakan persona pembeli, mulai dari usia, jenis kelamin, hobi, hingga tempat tinggal.

Data-data persona pembeli tadi dapat digunakan sebagai pondasi strategi marketing bisnismu. Jadi, strategi pemasarannya lebih tepat guna, efektif, dan tidak memakan banyak biaya.

4. Buatlah Neraca Keuangan dan Gambaran Keuntungan

Selanjutnya adalah membuat neraca keuangan. Bagian ini berisi rincian pemasukan dan pengeluaran perusahaan selama periode waktu tertentu. Mulailah dari gambaran besar kebutuhan dan pemasukan keuangan perusahaan. Rincian dari masing-masing kebutuhan dan pemasukan dapat dicantumkan pada lampiran proposal.