Inilah 4 Sumber Hukum Islam yang Disepakati Para Ulama

Inilah 4 Sumber Hukum Islam yang Disepakati Para Ulama

  • Post author:
  • Post category:Agama

Hukum di dalam Islam berarti menjadi pedoman bagi diri setiap orang terutama umat Islam untuk berperilaku di dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang dibahas di dalam hukum Islam tidak hanya habluminallah atau hubungan antara manusia dengan Allah SWT saja. 

Tetapi juga membahas tentang manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan benda di sekitarnya, serta manusia dengan lingkungan hidupnya. 

Artikel Lainnya: Inilah Cara Belajar Ngaji Online yang Benar

Selama ini diketahui bahwa Islam memiliki dua sumber hukum yang sifatnya absolut, yakni berupa Al Quran dan Hadist. Kemudian para ulama pun menyepakati bahwa terdapat empat sumber Islam. Berikut adalah keempat dari sumber Islam yang disepakati oleh ulama.

Al Quran

Al Quran adalah kitab suci yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Di mana kitab ini dituliskan dengan menggunakan Bahasa Arab. Di dalamnya berisikan pedoman hidup bagi manusia yang disertai dengan hukum-hukumnya yang wajib untuk dilaksanakan. 

Menjalankan perintah yang berdasarkan dengan Al Quran membuat Anda semakin didekatkan kepada Allah SWT. Bahkan Al Quran pun tidak memiliki tandingannya yang dibuktikan dengan tidak adanya manusia yang mampu untuk membuat tandingan dari Al Quran.

Hadist

Hadist merupakan sumber hukum Islam yang kedua dan memuat perbuatan serta persetujuan dari Nabi Muhammad saw. Hadist inilah yang menjadi penyempurna dari Al Quran serta berfungsi sebagai penguat, pemberi ketenangan, dan membuat hukum baru yang ketentuannya tidak ada di dalam Al Quran. 

Keberadaan sunnah pun tidak terlepas dari adanya penetapan, penjelasan, dan penetapan hukum yang baru. Hukum-hukum yang ditetapkan oleh Nabi ada yang merupakan petunjuk dari Allah SWT dan ada juga yang dari ijtihad. Oleh karena itu, Imam Syafi’i pun pernah mengatakan bahwa menerima sunnah Nabi Muhammad saw berarti telah melaksanakan perintah dari Allah SWT.

Ijma

Ijma adalah sumber hukum sesudah Al Quran dan hadist. Perumusan ijma adalah karena adanya kesepakatan dari para mujtahid umat Nabi saw terhadap hukum syara’ tentang suatu kasus atau pun peristiwa setelah wafatnya Nabi saw.

Ijma sendiri terbagi menjadi dua. Yang pertama adalah Ijma sharih yang merupakan kesepakatan dari mujtahid melalui pendapat atau pun perbuatan dari hukum masalah tertentu. Sedangkan yang kedua adalah ijma sukuti. Ijma sukulti adalah kesepakatan ulama yang mengemukakan pendapatnya mengenai hukum masalah dalam suatu masa tertentu yang pendapat itu disebarkan untuk diketahui oleh banyak orang.

Qiyas

Sumber hukum terakhir adalah qiyas yang menghubungkan suatu peristiwa yang tidak ada hukumnya dengan peristiwa lain yang sudah ada hukumnya. Hal ini karena diantara keduanya ada persamaan sebab-sebabnya. Kedudukannya di dalam hukum Islam adalah sebagai sumber hukum untuk menentukan bagaimana hukum dari suatu perkara yang sudah memenuhi rukun qiyas. 

Melalui keempat hukum Islam yang telah disepakati oleh ulama tersebut, maka akan sangat berperan penting di dalam kehidupan masyarakat. Di mana hal tersebut untuk menjalankan beberapa fungsi, yakni fungsi ibadah, fungsi amar ma’ruf nahi munkar, fungsi zawajir, dan fungsi tanzhim wa ishlah al-ummah.

Source : cendekiaprivat.com